Dinginnya udara Kota Bandung ditambah dengan guyuran hujan turun sebelum berlangsungnya konser pada tanggal 23 November di Graha Sabuga Bandung tidak menyurutkan semangat The Moffatts. Minim-nya jumlah penonton (sekitar 800 - 900 orang) justru membakar semangat bermain dari empat besaudara keluarga Moffatts dan memberikan penampilan yang jauh lebih garang dibandingkan pertunjukan mereka dua malam sebelumnya di Jakarta.
Tepat pukul 19.30 WIB, Scoot berserta ketiga orang adik kembarnya, Bob, Clint dan Dave muncul dipanggung disambut dengan gemuruh jeritan dari fans. Sebelum pertunjukan digelar The Moffatts memang menjajikan sesuatu yang berbeda di Bandung, bukan karena konser ini dilaksanakan shoot untuk program TV tapi untuk membayar hutang atas penampilan mereka di Jakarta yang kurang maksimal. Perbedaan memang terasa, selain tidak tampilnya band pembuka, Harapan Jaya dihadapan publik mereka sendiri para barudak kota Kembang karena masalah non-teekhnis, The Moffatts memang menampilkan susubnan lagu yang berbeda dengan penampilan mereka di Tennis Indoor Senayan.
The Moffats membukan konser dan langsung mengebrak dengan salah satu tembang adalan mereka dari album terbaru Submodalities, Just Another Phase. Suasana makin hangat lewat tembang Gril In My Dream yang memang akrab dengan publik, urutan lagu yang mereka pilih dengan mainkan kombinasi dari album baru dan lama secara bergantian, mulai dari Live On Mars, I’ll Be There For You, Antifreeze & Aeroplane Blue, Written, Call The Doctor, Miss You Like Crazy dan Walking Behind secara bergantian. Setelah emosi penonton terangkat, The Moffatts menyulut semangat lewat tembang nge-rock yang bersemanga
t seperti Caliornia dan tembang andalan mereka Bang Bang Boom. Setelah melantunkan Spy, I Don’t Want You To Want Me dan Who Do You Love dari album terbaru mereka, The Moffatts menutup pertunjukan dengan tembang hits lama mereka, Misery.
Tingginya anthusiasme dari publik Bandung, berhasil mendongkrak semangat The Moffatts untuk tampil maksimal, meskipun jumlahnya sedikit tapi tidak membuat kendor semangat mereka mengelu-elukan The Moffatts. Usaha keras ini mendapat respon dari The Moffatts yang kembali naik panggung untuk encore. Tembang If Live So Short menjadi pembuka hadiah ekstra buat penonton, setelah Bob unjuk kebolehan lewat aksi solo drumnya, gilirian Scott dan Clint pasang aksi nge-jam bareng lewat tembang Destiny yang menjadi hidden track dari album Submodalities format CD. Meskipun fans mereka sedikit emoh dengan garangnya raungan gitar Scoot, namun anak tertua dari Moffatts bersaudara ini tetap asik memainkan melodi gitarnya. Setelah memberikan kepuasan total bagi penonton, sepertinya lagu pamungkas ini menjadi klimaks bagi diri mereka malam itu. Terlihat sekali betapa asiknya mereka memainkan tembang yang justru tidak dinikmati oleh para ABG yang hadir.
| .