*Info Musik Nasional*
Jamrud: Menggusur SO7 dan Dewa!

Sejak Maret lalu, kami memang sudah 'mengincar' grup satu ini. Jamrud, pertengahan Maret lalu membuat gebrakan mencengangkan, menggusur dominasi album terlaris milik Sheila on 7 dan Dewa. Padahal dua tahun terakhir, Sheila on 7 seakan tak mungkin dilampaui grup/penyanyi manapun di Indonesia. Penjualan album mereka memang luar biasa, diatas batas angka 'keramat', satu juta keping. Sesuatu yang jarang dicapai grup band tanah air. Tapi Jamrud bisa! Album terbaru mereka Ningrat, produksi Logiss Records dalam waktu tiga bulan sudah terjual 600.000 keping. Omzetnya bahkan kabarnya mencapai 15 hingga 20 ribu keping perhari! Fantastis, kan! Kalau sudah begini proyeksi ke angka keramat satu juta kopi bukan barang mustahil. Calon Artis Kita Bulan Ini periode Maret itu terus kami pantau. Karena ternyata bakal ada gelaran penyanyi/grup favorit pilihan pemirsa yang diprakarsai majalah NewsMusik yakni Anugerah PAMI (Penghargaan Artis Musik Indonesia 2001). Para pemenang PAMI ini sepenuhnya diserahkan pada pecinta musik Indonesia lewat angket yang disebar NewsMusik. Tigapuluh kategori dilombakan pada ajang ini, Jumat malam (31/3) lalu. Di kategori rock menyembul-lah nama Jamrud sebagai grup band terbaik. Dua prestasi penting inilah yang akhirnya memantapkan kami memilih Jamrud sebagai Artis Kita Bulan April ini. Jamrud juga band yang matang dan kenyang pengalaman. Inilah band yang mengalami jungkir balik pergantian personel, menghadapi badai yang menghantam keutuhan band, namun tetap tegar dan eksis. Semuanya berawal dari tahun 1989 di Cimahi, Jawa Barat, saat Aziz MS (gitar), Ricky Teddy (bas), Agus (dram) dan Oppi (vokal) berkumpul dan membentuk band Jamrock. Di pentas panggung ke panggung dan kafe ke kafe mereka membawakan nomor-nomor keras seperti heavy metal, grincore, hingga trash metal seperti milik Deep Purple, Metallica, Iron Maidan, dll. Dunia rekaman kemudian menghampiri grup potensial ini. Log Zhelebour kemudian menjadi promotor grup rock ini dan mengubah nama Jamrock menjadi Jamrud. Tahun 1996 album pertama Nekad lahir. Album ini laku 100 ribu kopi. Tahun berikutnya mereka meluncurkan album kedua Putri (1997), angka penjualannya melonjak jadi 200 ribu. Album ketiga hadir dua tahun kemudian, yakni tahun 1999, tahun yang bisa disebut sebagai tahun emas Jamrud. Album Terima Kasih mereka dianugerahi lima platinum yang berarti setara dengan 750 ribu keping. Dari titik ini tawaran pentas mengalir pada mereka. Tak cuma cerita sukses, kisah kelabu pun mereka alami. kelompok musik yang saat itu terdiri dari Krisyanto, Azis, Fitrah, Ricky Teddy dan Sandy (dramer yang menggantikan Agus) itu kehilangan Sandy - si penggebuk drum - yang ternyata harus dirawat karena kecanduan obat-obatan terlarang. Di tahun ini pula Jamrud kehilangan Fitrah (gitar) yang meninggal, juga karena kasus drugs, Agustus 1999. Tinggallah formasi akhir Jamrud Azis, Krisyanto, Ricky Teddy dan Sandy - yang kembali ke Jamrud setelah menyelesaikan masa penyembuhan. Senin, 2 Oktober 2000 berita mengejutkan tiba-tiba berhembus, Sandy Handoko, meninggal dunia di Bandung dan diduga keras akibat over dosis. Meski kematian akibat obat terlarang ini disangkal keras oleh keluarga korban. Lembaran hidup pun berganti. Jamrud pun bermetamorfosa. Ulang tahun kelima grup ini diperingati di Hard Rock Cafe, 21 Maret 2001. Sebuah perjalanan yang melelahkan, dan cukup panjang bagi grup musik yang baru berusia cukup muda itu. Kini Aziz MS (gitar utama), Ricky Teddy (bas), Krisyanto (vokal) dan Herman (drum) terus mengibarkan Jamrud. Babakan baru nampaknya terbentang bagi mereka. Tengok saja album Ningrat yang dalam waktu tiga bulan sudah terjual hingga 600.000 kopi.




[Berita Selanjutnya] [Kembali ke Menu]